Terwujudnya Pengelolaan Pemerintahan yang Transparan Menuju Desa yang Maju, Sehat, dan Sejahtera.
DESA LOBU DUA
Sesuai dengan visi kami untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, kami berharap media ini dapat memberikan kemudahan akses data dan potensi desa. Mari bersama kita bangun Desa Lobu Dua yang lebih maju.
Profil Desa
Pada awalnya wilayah Lobu dikenal dengan nama Totona, membentang mulai dari Bale Inihan hingga Aolas. Sekitar tahun 1888, masyarakat Lobu sepakat mendirikan sebuah pemukiman baru di area Danohatang, tepat di pinggir jalan menuju Amurang. Pemukiman baru ini kemudian dinamai Desa Danohatang.
Tidak lama kemudian, Danohatang mengalami wabah penyakit yang memakan banyak korban jiwa. Akibat situasi itu, sebagian besar penduduk—termasuk Hukum Tua Danohatang—mengungsi kembali ke wilayah Lobu dan tinggal sementara di lokasi yang dikenal sebagai Kombiley. Setelah wabah mereda dan populasi kembali meningkat, masyarakat dari Lobu dan Danohatang melakukan musyawarah. Hasilnya, penduduk diperbolehkan memilih kembali ke Danohatang atau tetap tinggal di Lobu. Sejak itu kedua desa menetap sebagai dua wilayah terpisah, masing-masing dengan nama dan Hukum Tuanya sendiri.
Secara etimologis, nama “Lobu” berarti disendirikan atau menyendiri, menggambarkan wilayahnya yang unik dan indah dibanding desa lainnya. Cerita lama menghubungkan nama ini dengan sejarah perkampungan Toundanow, sebuah pemukiman tua di sekitar Danau Toundanouw. Kawasan tersebut dijaga dengan membangun benteng-benteng tanah di dua sisi—Bitangal dan Pakey—yang kemudian melahirkan nama Kali dari kata kinali atau digali. Dari penggalian dan perlindungan inilah muncul istilah Be-Lobug, yang berarti terpisah atau berdiri sendiri di tengah danau—asal-usul dari nama Lobu sekarang.
Tokoh leluhur bernama Moharow kemudian menggali saluran air Danau Toundanouw, menyebabkan dataran danau mengering. Lahan kering ini berubah menjadi persawahan yang kini dimanfaatkan masyarakat Lobu hingga kawasan Silian, Tombatu, Kuyanga, dan Kali. Perubahan alam ini membuat penduduk di pegunungan seperti Bitangal dan Laloan turun ke dataran rendah dan membangun perkampungan baru seperti Lobu Kota, Ranoketang, Tou Batu, Tou Dungus, serta wilayah yang sekarang dikenal sebagai Desa Tombatu sampai Kuyanga.
Ada pula versi cerita lain yang menyebut “Lobu” berarti danau, merujuk pada sejarah wilayah ini yang dulunya merupakan danau besar tempat bermuaranya banyak sungai. Ketika danau semakin mengering, wilayah tersebut menjadi lokasi pemukiman baru. Karena itu, Lobu juga dipahami sebagai tempat tinggal orang-orang yang hidup di dekat air.
Masyarakat yang tinggal di kawasan Touluaan sendiri diyakini berasal dari Desa Luaan di Tondano. Mereka berpindah mengikuti arah terbang burung yang membawa daun katu—simbol petunjuk tempat tinggal. Burung tersebut menjatuhkan daun itu di wilayah yang kini menjadi pemukiman mereka.
Perkembangan Desa Lobu berlangsung pesat hingga pada tahun 1999, wilayah ini dimekarkan menjadi Desa Lobu Satu dan Desa Lobu Dua. Pejabat awal yang memimpin pemekaran tersebut adalah H.P. Pelembatas, lalu dilanjutkan oleh Sartje Kading sebagai Hukum Tua terpilih. Pada September 2006, Musa Mandagi resmi menjabat sebagai Hukum Tua Desa Lobu Dua.
Dari sisi kepemimpinan, jabatan pemimpin desa pada masa lampau dikenal dengan sebutan Opo Oki dan Nawo Oki. Pada masa kolonial Belanda berubah menjadi Hukum Tua, kemudian sempat diganti menjadi Kepala Desa sesuai UU No. 5 Tahun 1979, dan kini kembali memakai istilah Hukum Tua.
Beberapa pemekaran terjadi lagi:
- 1998: Desa Lobu dipisah menjadi Desa Lobu dan Desa Ranoketang Atas, juga pemekaran menjadi Desa Lobu Dua.
- 2010: terbentuk Desa Lobu Satu, Lobu Atas, dan Lobu Kota.
- 2012–2019: Desa Lobu Dua dipimpin oleh Maria D. Pelealu.
- 2019: Jonly Tampongangoy menjabat sebagai penjabat Hukum Tua selama 10 bulan, hingga pemilihan serentak pada September 2019.
- Yang terpilih sebagai Hukum Tua periode 2019–2025 adalah Des Somba Pelembatas.
VISI: TERWUJUDNYA PENGELOLAAN PEMERINTAHAN YANG TRANSPARAN, UNTUK MENUJU DESA YANG MAJU, SEHAT DAN SEJAHTERA
MISI:
Mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
Mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan desa secara terbuka.
Desa Lobu Dua terletak di Kecamatan Touluaan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. Masyarakat Lobu dikenal memiliki sejarah panjang sebagai masyarakat agraris yang memanfaatkan lahan kering bekas danau purba menjadi persawahan subur.
Wilayah & Batas Desa
Batas Wilayah Administrasi:
- (Utara): Berbatasan dengan Wilayah Kepolisian Desa Lobu.
- (Timur): Berbatasan dengan Wilayah Kepolisian Desa Lobu Satu / Jalan Raya Amurang.
- (Selatan/Tenggara): Berbatasan dengan Desa Lobu.
- (Barat): Berbatasan dengan Wilayah Kepolisian Desa Toundanouw.
Struktur Organisasi Pemerintah Desa
Des Somba Pelembatas
Hukum Tua
Jules Koba
Plt. Sekretaris Desa & Kaur Perencanaan
Franky Mamahit
Kaur Umum
Frensi Kading
Kaur Keuangan
Anna Mandagi
Kasi Pemerintahan
Wendri Salendu
Kasi Kesejahteraan
Jonly Binanggal
Kasi Pelayanan
Potensi Unggulan Desa
Everest Camp Trek
Walking Holidays
Data Demografi (Statistik Penduduk)
Dokumentasi Kegiatan KKT
Fuerat aestu carentem habentia spectent tonitrua mutastis locavit liberioris. Sinistra possedit litora ut nabataeaque. Setucant coepyterunt perveniunt animal! Concordi aurea nabataeaque seductaque constaque cepit sublime flexi nullus.